Perusahaan juga menyatakan tidak mengetahui konten yang beredar di media sosial Instagram terkait tudingan tersebut.
“Yang tayang di Instagram itu saya tidak tahu lagi,” lanjutnya.
Selain itu, pihak CV. Faromas Timor menegaskan selama ini perusahaan berupaya membantu masyarakat dengan menerima tenaga kerja lokal meski kemampuan sumber daya manusia masih terbatas.
“SDM di Atambua itu skilnya bagaimana. Kita di CV Faromas ini terima-terima saja karyawan karena membantu mereka, dari sisi kemanusiaan,” ungkapnya.
Pihak perusahaan juga mengaku pernah menghadapi kasus internal terkait karyawan yang diduga merugikan perusahaan, namun memilih tidak menempuh jalur hukum.
“Ada juga karyawan yang bobol perusahaan, makan uang, tapi saya tidak polisikan karena saya masih ingat keluarganya. Saya cuma potong gaji dan lain-lain,” tulisnya.
Sebelumnya, Fridus Kali mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) agar segera turun tangan melakukan audit terhadap CV. Faromas Timor atas dugaan pelanggaran ketenagakerjaan.












