Example floating
Example floating
Opini

Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Avatar photo
×

Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak
Potret Kondisi Ruangan Belajar Smak St. Agustinus Raimanuk

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Oleh: Mersiana Kolo

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

BELU, RFC – Di tengah gegap gempita perayaan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, realitas di wilayah perbatasan justru menyajikan ironi yang sulit untuk diabaikan.

Baca Juga :  Inspektorat Kabupaten Malaka Dinilai Lumpuh, Afon Nahak Desak Bupati Copot Pj Desa Maktihan

Kemerdekaan yang seharusnya menjamin hak dasar setiap warga negara, termasuk hak atas pendidikan yang layak, belum sepenuhnya dirasakan oleh anak-anak bangsa di pelosok negeri.

Potret pendidikan di SMAK St. Agustinus Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menjadi cermin nyata dari ketimpangan tersebut.

Baca Juga :  Penggelapan Motor di Malaka: Antara Kepercayaan yang Dikhianati dan Longgarnya Pengawasan Perbatasan

Ketika sebagian besar sekolah di perkotaan telah berbicara tentang digitalisasi pendidikan, smart classroom, hingga kurikulum berbasis teknologi, siswa-siswi di perbatasan justru masih berjuang di ruang kelas darurat—berlantai tanah, berdinding anyaman, dan beratap seng tua.

Baca Juga :  Di Balik Perayaan Hari Kartini, Perempuan dan Anak di Malaka Masih Rentan Kekerasan

Pertanyaannya sederhana, namun menggugah: apakah ini wajah pendidikan Indonesia yang sesungguhnya?
Kondisi ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan persoalan keadilan.

Example floating