FISIP Undana menilai modernisasi pendidikan harus tetap berjalan beriringan dengan penguatan nilai kemanusiaan.
Perkembangan teknologi tidak dapat dihindari. Karena itu, tantangannya bukan sekadar menerima atau menolak AI, melainkan menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Dalam pendidikan sosiologi, penggunaan AI harus diarahkan untuk membantu mahasiswa memahami persoalan masyarakat secara lebih luas dan mendalam.
William menegaskan bahwa lulusan sosiologi seharusnya tidak menjadi pihak yang tergantikan oleh perkembangan teknologi.
Sebaliknya, lulusan diharapkan mampu menjadi pengarah pemanfaatan teknologi.
“Lulusan sosiologi kita jangan sampai tergantikan oleh AI, tetapi justru menjadi pengarah AI agar lebih berpihak pada keadilan sosial,” katanya.
Seminar nasional tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa transformasi digital di perguruan tinggi membutuhkan lebih dari sekadar perangkat teknologi.
Diperlukan perubahan kurikulum, metode pembelajaran, budaya akademik, serta penguatan etika agar AI dapat menjadi bagian dari proses pendidikan tanpa mengikis kemampuan manusia untuk berpikir kritis.














