“Kurikulum OBE yang humanis tidak hanya mengajarkan how to use AI, tetapi how to critique AI,” kata Idham.
Menurut dia, kemampuan literasi data dan analisis kritis harus menjadi bagian dari Capaian Pembelajaran Lulusan.
Selain itu, pendidikan sosiologi perlu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melakukan rekayasa sosial dan pemecahan masalah kemasyarakatan dengan pendekatan yang tetap mengedepankan empati.
Perkembangan AI tidak hanya menghadirkan persoalan teknis, tetapi juga persoalan sosial.
Teknologi dapat memengaruhi pola interaksi masyarakat, distribusi informasi, perilaku manusia, hingga cara masyarakat mengambil keputusan.
Dalam konteks tersebut, ilmu sosiologi memiliki ruang penting untuk memahami dampak sosial dari perkembangan teknologi.
Lulusan sosiologi diharapkan mampu membaca perubahan tersebut sekaligus memberikan perspektif mengenai aspek kemanusiaan, etika, dan keadilan sosial.
Dekan FISIP Undana, Prof. Dr. William Djani, M.Si., mengatakan AI perlu ditempatkan sebagai mitra berpikir dalam proses pendidikan.














