Example floating
Example floating
Opini

Career Anxiety (Kecemasan Karier)

Avatar photo
×

Career Anxiety (Kecemasan Karier)

Sebarkan artikel ini
Reporter: Chelsea Olyvia silaban |  Editor: Redaksi
career-anxiety-kecemasan-karier
Career Anxiety (Kecemasan Karier)

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Selain itu, kurangnya pengalaman kerja juga menjadi faktor penting. Mahasiswa yang belum pernah mengikuti magang, pelatihan, atau kegiatan praktik sering merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing. Penelitian oleh Dely L. Jackson (2013) menunjukkan bahwa pengalaman kerja memiliki peran besar dalam meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam memasuki dunia kerja.

Baca Juga :  Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah:

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising
  • Rendahnya kepercayaan diri (self-efficacy)
  • Minimnya informasi mengenai pilihan karier
  • Tekanan dari orang tua atau lingkungan sosial
  • Kurangnya perencanaan karier sejak dini
Baca Juga :  Refleksi 140 Tahun Kota Kupang: Otonomi sebagai Tanggung Jawab Publik, Bukan Sekadar Kewenangan

Kombinasi dari faktor-faktor tersebut membuat mahasiswa merasa ragu, tidak yakin dengan kemampuan diri, dan akhirnya mengalami kecemasan terhadap masa depan.

Data Penelitian

Fenomena kecemasan karier telah dibuktikan melalui berbagai penelitian, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Baca Juga :  Langkah Kecil yang Menjadi Sejarah: Hukum, Pengabdian, dan Ketahanan UMKM di Era Digital

Penelitian dalam bidang bimbingan dan konseling menunjukkan bahwa tingkat kecemasan karier mahasiswa berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata sekitar 46,23. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kekhawatiran terhadap masa depan mereka, meskipun dalam tingkat yang berbeda-beda.

Example floating