Jika negara benar-benar hadir untuk seluruh rakyatnya, maka ruang kelas darurat di Raimanuk seharusnya sudah lama menjadi bangunan permanen.
Kini, publik menunggu—apakah pemerintah akan benar-benar mendengar, atau kembali membiarkan suara dari perbatasan tenggelam dalam sunyi.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Tulisan ini merupakan opini penulis dan tidak mewakili sikap Redaksi.














