Seruan yang disampaikan oleh Mersiana Kolo, adalah suara yang mewakili banyak anak-anak di perbatasan: mereka tidak meminta kemewahan, mereka hanya menuntut kelayakan Ruang kelas yang aman, lingkungan belajar yang nyaman, serta perhatian terhadap kesejahteraan guru adalah kebutuhan dasar—bukan permintaan berlebihan.
Pemerintah Provinsi NTT dan Kementerian Agama RI harus melihat persoalan ini sebagai prioritas, bukan sekadar catatan.
Yang kami ingin Intervensi nyata berupa pembangunan gedung sekolah permanen dan peningkatan kesejahteraan pendidikan harus segera dilakukan. Tidak boleh ada lagi alasan keterbatasan anggaran ketika yang dipertaruhkan adalah masa depan generasi bangsa.
Kemerdekaan sejati bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang terpenuhinya hak-hak dasar setiap warga negara secara adil dan merata. Selama masih ada anak-anak yang belajar di ruang darurat, maka sesungguhnya kita belum sepenuhnya merdeka.
Momentum 81 tahun kemerdekaan ini seharusnya menjadi refleksi bersama: bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota, tetapi harus menjangkau hingga ke perbatasan. Karena di sanalah, Indonesia juga berdiri.














