Example floating
Example floating
Opini

Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Avatar photo
×

Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak
Potret Kondisi Ruangan Belajar Smak St. Agustinus Raimanuk

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Seruan yang disampaikan oleh Mersiana Kolo, adalah suara yang mewakili banyak anak-anak di perbatasan: mereka tidak meminta kemewahan, mereka hanya menuntut kelayakan Ruang kelas yang aman, lingkungan belajar yang nyaman, serta perhatian terhadap kesejahteraan guru adalah kebutuhan dasar—bukan permintaan berlebihan.

Baca Juga :  Anak Kenyang Bukan Berarti Sehat: Menguji Arah Program MBG

Pemerintah Provinsi NTT dan Kementerian Agama RI harus melihat persoalan ini sebagai prioritas, bukan sekadar catatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Yang kami ingin Intervensi nyata berupa pembangunan gedung sekolah permanen dan peningkatan kesejahteraan pendidikan harus segera dilakukan. Tidak boleh ada lagi alasan keterbatasan anggaran ketika yang dipertaruhkan adalah masa depan generasi bangsa.

Baca Juga :  Surat untuk Mama: Ketika Bahasa Anak Menjadi Kritik Ekonomi

Kemerdekaan sejati bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang terpenuhinya hak-hak dasar setiap warga negara secara adil dan merata. Selama masih ada anak-anak yang belajar di ruang darurat, maka sesungguhnya kita belum sepenuhnya merdeka.

Baca Juga :  Isu-Isu dalam Dunia Karier: Tantangan dan Peluang di Era Modern

Momentum 81 tahun kemerdekaan ini seharusnya menjadi refleksi bersama: bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota, tetapi harus menjangkau hingga ke perbatasan. Karena di sanalah, Indonesia juga berdiri.

Example floating