Example floating
Example floating
Opini

Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Avatar photo
×

Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Dari Perbatasan untuk Negeri: Kami Hanya Butuh Sekolah Layak
Potret Kondisi Ruangan Belajar Smak St. Agustinus Raimanuk

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa diskriminasi wilayah.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak di perbatasan masih diposisikan sebagai “warga pinggiran” dalam pembangunan nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Lebih memprihatinkan lagi, kondisi ini terjadi di wilayah perbatasan—beranda terdepan negara yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan dan perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Razia yang Menjadi Formalitas: Ketika Hukum Kehilangan Arah dan Rakyat Kehilangan Kepercayaan

Jika di wilayah ini saja negara belum mampu menghadirkan pendidikan yang layak, maka wajar jika muncul pertanyaan tentang keseriusan dalam membangun dari pinggiran, sebagaimana yang selama ini digaungkan.

Baca Juga :  Jadi ‘Jebakan’ Saat Hujan, Jalan Rusak di Kuneru Picu Keluhan Warga Manumutin

Di balik keterbatasan tersebut, ada satu hal yang patut diapresiasi: semangat para siswa dan dedikasi para guru. Mereka tetap bertahan, tetap mengajar, dan tetap belajar dalam kondisi yang jauh dari ideal. Pengabdian para guru di wilayah ini bukan sekadar profesi, melainkan panggilan kemanusiaan yang luar biasa.

Baca Juga :  Semua orang memiliki karcis untuk masuk ke pantai.Namun Dito belum punya karcis untuk kembali ke darat.

Namun, kita tidak boleh terus menerus mengandalkan semangat tanpa dukungan nyata. Semangat tidak bisa menggantikan bangunan yang layak. Dedikasi tidak bisa menjadi alasan untuk membiarkan ketimpangan terus terjadi.

Example floating