Acara tersebut juga di ikuti berbagai organisasi international Civil Society Organization (CSO) yang juga memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, khususnya terkait kepemilikan tanah, antara lain World Resources Institute (WRI) Global, Lincoln Institute, Food and Agricultural Organization (FAO), Bank Dunia, serta perwakilan pemerintah dan LSM.
Momen ini bisa menjadi peluang kesemapatan bagi masyarakat Indonesia yang menganut hukum adat untuk bisa menunjukkan keberagaman budayanya.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Hal ini juga menjadi salah satu cara bagi Kementerian ATR/BPN di masing-masing daerah untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu sosialisasi dan membantu pelaksanaan pendaftaran tanah adatnya.














