Kasus ini menuai perhatian publik Malaka. Banyak pihak menilai, jika dibiarkan berlarut-larut, bisa menimbulkan asumsi buruk terhadap penegakan hukum di tingkat lokal.
“Kalau laporan sudah ada, bukti visum ada, saksi ada, lalu kenapa prosesnya lambat? Kami hanya minta keadilan ditegakkan,” ujar Yohanes Mese.
Keluarga korban juga khawatir, para pelaku yang belum ditahan bisa mengulangi tindakannya terhadap orang lain. “Kalau tidak segera ditangkap, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada hukum. Jangan sampai kasus seperti ini dianggap sepele,” tambahnya.
Menurut sejumlah pemerhati hukum di Malaka, kasus ini harus dijadikan momentum untuk menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam melindungi masyarakat kecil. Apalagi, latar belakang kasus bermula dari pemalakan dengan nominal kecil, yang kemudian berujung pada kekerasan fisik.
“Jangan sampai masyarakat melihat hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Polisi harus segera menetapkan tersangka dan melakukan upaya paksa bila panggilan tidak diindahkan,” kata seorang aktivis hukum lokal yang enggan disebutkan namanya.














