Komodo Diperdagangkan, Negara Kecolongan: Manggarai Timur Disorot Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Kupang, Reformanews.com — WALHI Nusa Tenggara Timur menilai maraknya perdagangan komodo dari Manggarai Timur sebagai cerminan kegagalan negara dalam melindungi satwa endemik sekaligus masyarakat di wilayah habitatnya.
Praktik penjualan dan penyelundupan komodo yang terungkap hingga ke pasar internasional menunjukkan bahwa kejahatan ini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan telah berlangsung sistematis, terorganisir, dan memanfaatkan celah lemahnya pengawasan.
Manggarai Timur kini disebut sebagai wilayah ekstraksi baru bagi komodo—satwa yang selama ini dilekatkan secara eksklusif dengan kawasan Taman Nasional Komodo. Kondisi ini membongkar narasi konservasi yang selama ini berfokus pada kawasan formal, sementara wilayah di luar kawasan konservasi belum mendapat perlindungan memadai, padahal menjadi bagian dari habitat alami komodo.
Di sisi lain, rantai perdagangan komodo memperlihatkan ketimpangan yang mencolok. Di tingkat lokal, satwa ini dibeli dengan harga murah, sementara di pasar internasional nilainya dapat melonjak hingga ratusan juta rupiah per ekor. Situasi ini mendorong sebagian masyarakat masuk ke dalam praktik ilegal akibat tekanan ekonomi dan terbatasnya akses terhadap sumber penghidupan yang layak.














