WALHI NTT Bongkar Dugaan Ancaman Ekologis di Wairterang, Desak Hentikan Pembangunan Vila dan Galangan Kapal
SIKKA, Reformanews.Com – WALHI NTT melontarkan kritik keras terhadap pembangunan vila dan galangan kapal milik PT Atlas Samudera Perkasa di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.
Proyek tersebut dinilai berpotensi menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir, ruang hidup masyarakat, hingga keberlanjutan kawasan konservasi di Teluk Maumere.
Dalam rilis pers yang diterima media ini, WALHI NTT menilai polemik pembangunan tersebut kembali membuka borok tata kelola pembangunan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di NTT. Di tengah derasnya arus investasi, prinsip perlindungan lingkungan, keterbukaan informasi publik, dan partisipasi masyarakat justru dinilai terpinggirkan.
Sorotan publik menguat usai adanya sosialisasi proyek yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka pada pekan lalu. Namun, alih-alih menjawab keresahan warga, sosialisasi itu justru memunculkan lebih banyak tanda tanya terkait legalitas pembangunan, kesesuaian tata ruang, hingga daya dukung lingkungan.














