Kini perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada nilai utang yang beredar, tetapi juga pada transparansi penggunaan anggaran yang sebelumnya telah dicairkan. Publik mulai mempertanyakan ke mana aliran dana pada tahun tersebut hingga persoalan utang masih terus menyeret nama lembaga ke ruang polemik.
Di tengah derasnya isu yang berkembang, Adrianus Bria Seran tetap berdiri pada satu sikap tegas: APBD tidak boleh dijadikan tameng untuk menyelesaikan persoalan pribadi oknum tertentu.













