Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengungkapkan rencana pembangunan Command Center sebagai pusat kendali layanan publik berbasis digital. Sistem ini akan mengintegrasikan seluruh aduan masyarakat secara real-time, lengkap dengan data lokasi dan dokumentasi.
“Semua aduan akan terpantau dalam satu sistem—mana yang belum ditangani, sedang diproses, atau sudah selesai. Ini akan memangkas birokrasi dan mempercepat pelayanan,” jelasnya.
Lebih dari itu, Pemkot Kupang juga membuka ruang integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membaca sentimen publik secara cepat dan akurat. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan responsivitas pemerintah terhadap dinamika masyarakat.
Ketua SMSI NTT, Beni Jahang, menyambut positif komitmen Wali Kota dan menegaskan kesiapan SMSI menjadi mitra strategis pemerintah. Sebagai konstituen Dewan Pers, SMSI berfokus pada peningkatan kualitas jurnalisme melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“UKW adalah instrumen penting untuk memastikan produk jurnalistik yang terverifikasi, berkualitas, dan mampu menjadi benteng terhadap hoaks,” tegas Beni.














