Example floating
Example floating
Berita

Ketua Senat Mahasiswa STKIP Betun Soroti Maraknya Jual Eceran Pertalite Rp20 Ribu per Liter

Avatar photo
×

Ketua Senat Mahasiswa STKIP Betun Soroti Maraknya Jual Eceran Pertalite Rp20 Ribu per Liter

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Ketua Senat Mahasiswa STKIP Betun Soroti Maraknya Jual Eceran Pertalite Rp20 Ribu per Liter
Potret Ketua dan Wakil Senat Mahasiswa STKIP Sinar Pancasila Betun ( Yohanes Seran Dan Fernando Asa)

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Ketua Senat Mahasiswa STKIP Betun Soroti Maraknya Jual Eceran Pertalite Rp20 Ribu per Liter

 

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

BELU, RFC – Ketua Senat Mahasiswa STKIP Sinar Pancasila Betun, Yohanes Seran, menyampaikan kekecewaan dan keprihatinannya terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini terjadi di Kabupaten Malaka.

Baca Juga :  Tak Perlu Lagi Menunggu Tanpa Kepastian, Pengukuran Terjadwal Bikin Sertipikasi Tanah Lebih Cepat

 

Dalam wawancara dengan media Reformanews.com pada Sabtu (13/06/2026), Yohanes mempertanyakan melonjaknya harga Pertalite di tingkat masyarakat yang mencapai Rp20.000 per liter. Menurutnya, kondisi tersebut tidak masuk akal mengingat kenaikan harga yang terjadi secara resmi hanya berlaku pada jenis BBM tertentu.

Baca Juga :  PMKRI Malaka Desak Pemda Bertindak: Jalan Rusak, Listrik Terbatas, Air Bersih Jadi Keluhan Warga Desa Naet

 

“Kami mempertanyakan mengapa harga Pertalite di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp20.000 per liter, padahal yang mengalami kenaikan harga adalah Pertamax. Ini sangat membebani masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada BBM untuk menjalankan aktivitas dan mencari nafkah,” tegas Yohanes.

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Kunjungan Reses: Saat Aspirasi NTT Bertemu Komitmen DPR RI untuk Membangun Kesejahteraan

 

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah penjual BBM eceran di Kecamatan Rinhat, khususnya di Desa Webetun, menjual Pertalite dengan harga mencapai Rp20.000 per liter. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk ketidakadilan yang merugikan masyarakat.

Example floating