Reformanews.com, Soe – ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, kini tengah menghadapi krisis parkir. Keterbatasan kapasitas Terminal Kota Soe yang hanya mampu menampung 22 kendaraan per sesi parkir telah memicu maraknya parkir liar di berbagai titik jalanan kota. Ledakan jumlah kendaraan, terutama angkutan umum dan pribadi, menuntut solusi jangka panjang yang belum kunjung datang.
Dalam wawancara eksklusif, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten TTS, Apolos Banunaek, SE, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi transportasi di Kota Soe.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas parkir resmi menjadi akar permasalahan memburuknya tata kelola lalu lintas dan keberadaan parkir liar yang tak terkendali.
“Kapasitas tampung di Terminal Kota Soe itu hanya 22 kendaraan per sekali parkir. Sementara jumlah kendaraan kita, khususnya angkutan umum, sudah belasan ribu. Tidak cukup untuk ditampung,” jelas Apolos.
Terminal Kota Soe saat ini masih berstatus sebagai Terminal Tipe C, yakni terminal pelayanan lokal yang diperuntukkan bagi angkutan dalam kota atau antar kabupaten. Namun, dengan pesatnya pertumbuhan kendaraan di TTS, terutama di Kota Soe sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan, kapasitas terminal tersebut kini tidak lagi relevan.














