Bagi Junaidi, media bukan sekadar pengamat, tetapi mitra strategis yang turut membantu membangun kepercayaan publik terhadap industri pariwisata daerah.
Hotel sebagai “Rumah” Kolaborasi
Suasana pertemuan itu terasa hangat dan cair. Tidak sekadar agenda formal, tetapi lebih seperti percakapan antara mitra lama yang saling memahami peran masing-masing.
Menurut Junaidi, hotel pada dasarnya adalah ruang sosial. Tempat orang berkumpul, membangun relasi, dan menciptakan kerja sama baru.
“Kami ingin suasana di hotel ini terasa seperti rumah sendiri bagi siapa pun yang datang,” katanya.
Filosofi sederhana itu menjadi fondasi dalam membangun hubungan jangka panjang, baik dengan media, komunitas, maupun pelaku usaha lokal.
Di tengah kompetisi industri perhotelan yang semakin ketat, pendekatan humanis seperti ini justru menjadi kekuatan tersendiri.
Ekspansi di Tengah Ketidakpastian
Tahun 2026, menurut Junaidi, bukan tahun yang mudah bagi industri pariwisata global. Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia turut memengaruhi mobilitas wisatawan dan stabilitas ekonomi.














