Dalam materinya, ia membahas berbagai tantangan yang dihadapi kaum muda Katolik di tengah perkembangan zaman.
Mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa perubahan sosial, perkembangan teknologi, media sosial, pengaruh lingkungan serta tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai moral menjadi persoalan yang harus dihadapi secara bijaksana oleh generasi muda.
Kaum muda Katolik, menurutnya, harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Rangkaian penyampaian materi tersebut dimoderatori oleh Alfin Alfrano Hale, sehingga kegiatan berlangsung secara terarah dan interaktif.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua, Simplysius Imanuel Mau, berharap melalui kegiatan PKKMB tersebut mahasiswa baru STISIP Fajar Timur Atambua dapat memahami bahwa kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik.
Lebih dari itu, kampus harus menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kemampuan berpikir kritis, peningkatan kepedulian sosial serta persiapan mahasiswa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.














