“Kaum muda Katolik tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Kaum muda harus mampu membaca realitas, berpikir kritis, mengambil sikap, terlibat dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan nilai-nilai Kristiani,” ujar Simplysius Imanuel Mau.
Ia menjelaskan bahwa kaum muda merupakan generasi yang memiliki energi, gagasan dan kemampuan untuk membawa perubahan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah agar mampu menjadi pribadi yang memiliki intelektualitas, kepedulian sosial dan integritas.
Dalam kegiatan tersebut, materi dibawakan dalam tiga bagian oleh jajaran pengurus PMKRI Cabang Atambua.
Materi pertama disampaikan langsung oleh Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua, Simplysius Imanuel Mau, yang memberikan pengantar mengenai PMKRI dan peran kaum muda Katolik di tengah kehidupan masyarakat.
Mahasiswa baru diperkenalkan dengan PMKRI sebagai organisasi pembinaan mahasiswa Katolik yang mendorong pengembangan tiga nilai utama, yakni intelektualitas, fraternitas dan kristianitas.














