Example floating
Example floating
Berita

DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS

Avatar photo
×

DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS
Potret Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PHPT) PMKRI Salatiga (Dax Nindana)

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

 

“Publik melihat adanya kontradiksi yang cukup tajam. Di satu sisi rupiah disebut sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga, tetapi di sisi lain pelemahan rupiah dianggap tidak terlalu berdampak karena masyarakat desa tidak menggunakan dolar,” ujar Dax.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

 

Baca Juga :  Gelar Penetapan APBDes TA 2026 Desa Faturika, Pendamping Lokal Desa Dorong Percepatan Pengajuan Tahap I

Dax menilai pernyataan tersebut berpotensi menyesatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak nilai tukar terhadap kehidupan sehari-hari. Menurutnya, meskipun masyarakat desa tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar, berbagai kebutuhan pokok tetap dipengaruhi oleh nilai tukar karena banyak bahan baku dan komoditas yang bergantung pada impor.

Baca Juga :  Kompetensi atau Loyalitas? Debat Tiyo Ardianto dan Jubir Gerindra Viral di Media Sosial

 

Ia mencontohkan sektor pertanian yang menggunakan pupuk berbahan baku impor, bahan bakar untuk alat pertanian, hingga kebutuhan konsumsi seperti gandum, kedelai, dan obat-obatan yang memiliki keterkaitan dengan pergerakan dolar AS.

Baca Juga :  Perjalanan Panjang Seorang Musisi Gereja: Dari Rinhat ke Studio Rekaman, Kisah Gregorius Taela

 

“Ketika rupiah melemah, biaya produksi meningkat dan pada akhirnya harga barang di tingkat masyarakat ikut terdorong naik. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat desa,” tegasnya.

Example floating