Selain aspek ekonomi, Dax juga menyoroti dampak komunikasi politik yang dinilai dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, konsistensi pesan dari pemimpin negara menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme investor dan stabilitas ekonomi nasional.
Ia menilai bahwa pernyataan yang terkesan meremehkan pelemahan rupiah dapat memunculkan persepsi bahwa pemerintah tidak memandang serius kondisi tersebut.
“Bagi pasar, yang dinilai bukan hanya kebijakan, tetapi juga konsistensi sikap pemerintah. Ketika pemerintah terlihat tidak khawatir terhadap pelemahan kurs, hal itu bisa memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi,” katanya.
Dax juga mengingatkan bahwa pelemahan nilai tukar berpotensi meningkatkan beban anggaran negara, khususnya yang berkaitan dengan pembayaran utang luar negeri, subsidi energi, serta berbagai program yang bergantung pada komponen impor.
Menurutnya, masyarakat pada akhirnya tetap akan merasakan dampak pelemahan rupiah melalui kenaikan harga barang, tekanan terhadap subsidi, maupun berkurangnya ruang fiskal pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan dan kesehatan.














