Kodim menilai bahwa kolaborasi seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan, terutama dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian yang semakin kompleks. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa yang memiliki pengalaman di lapangan, diharapkan para mahasiswa dapat memiliki bekal yang lebih kuat sebelum terjun ke dunia kerja.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong inovasi di bidang pertanian, khususnya dalam pengembangan komoditas anggur yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kabupaten Belu sendiri dinilai memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan tanaman anggur, terutama dengan dukungan teknologi seperti green house.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Hal ini sejalan dengan semangat TNI dalam mendukung pembangunan nasional melalui berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pertanian.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara nyata. Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Belu.














