Ia menambahkan bahwa teknik pemangkasan yang tepat akan menentukan arah pertumbuhan tanaman serta jumlah dan kualitas buah yang dihasilkan. Pemangkasan yang salah justru dapat menghambat pertumbuhan bahkan merusak struktur tanaman. Oleh sebab itu, para kadet mahasiswa diberikan pemahaman sekaligus praktik langsung agar mampu menguasai teknik tersebut secara maksimal.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para kadet mahasiswa. Mereka tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga kesempatan untuk belajar langsung di lapangan.
Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih efektif karena mahasiswa dapat melihat dan mempraktikkan secara langsung setiap tahapan dalam budidaya tanaman anggur.
Salah satu kadet mahasiswa mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman mereka. Menurutnya, pembelajaran di lapangan memberikan pengalaman yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku atau ruang kelas.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari Babinsa. Penjelasan yang diberikan sangat jelas dan langsung dipraktikkan, sehingga kami lebih mudah memahami,” ujarnya.














