GMNI Belu juga menekankan bahwa perjuangan hak oleh kelompok profesi manapun tidak boleh mengorbankan hak yang lebih mendasar, yakni hak hidup dan hak atas kesehatan masyarakat. Dalam konteks ini, organisasi mahasiswa tersebut menegaskan posisinya untuk tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Solidaritas terhadap tenaga medis itu penting, tetapi keberpihakan kepada rakyat harus menjadi yang utama. Jangan sampai perjuangan satu pihak justru menimbulkan penderitaan bagi pihak lain,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Reformanews.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, baik dari unsur tenaga medis maupun pemerintah, guna memperoleh keterangan yang berimbang terkait aksi mogok kerja tersebut.
Pernyataan GMNI Belu ini menambah daftar respons dari berbagai elemen masyarakat terkait polemik aksi mogok tenaga medis yang tengah menjadi perhatian publik.
Diharapkan, pemerintah dan pihak tenaga medis dapat segera menemukan titik temu demi menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat.














