Example floating
Example floating
Berita

Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah

Avatar photo
×

Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah
Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Kedua, pemerintah perlu menetapkan batas upah minimum transisi bagi nakes P3K paruh waktu, misalnya kembali ke kisaran Rp600.000 hingga Rp1 juta per bulan, sebelum ditemukan formula pengupahan yang lebih permanen.

Ketiga, pemerintah daerah didorong untuk melakukan efisiensi anggaran, khususnya pada belanja yang dinilai tidak produktif seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, lalu mengalihkan prioritas anggaran tersebut ke sektor esensial seperti kesehatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Keempat, Teguh juga meminta adanya intervensi dari pemerintah pusat agar tidak sekadar menerbitkan kebijakan P3K paruh waktu tanpa disertai dukungan fiskal transisi bagi daerah.

Baca Juga :  Wabup TTS Tegaskan Penanganan Darurat Deker Ambruk di Ruas Fathoni–Lotas Harus Segera Dilaksanakan

Cermin Persoalan Fiskal Daerah
Lebih jauh, Teguh menilai polemik ini juga mencerminkan stagnasi ekonomi daerah selama lebih dari dua dekade pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Alor.

Baca Juga :  Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Ia memetakan perjalanan kebijakan dari tiga periode kepemimpinan bupati sebelumnya. Pada masa kepemimpinan Ansgerius Takalapeta, menurutnya, pemerintah berhasil membangun fondasi ekonomi desa berbasis sektor pertanian dan kelautan, namun belum mampu mengonversinya menjadi penerimaan PAD yang kuat.

Example floating