Example floating
Example floating
Berita

Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah

Avatar photo
×

Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah
Polemik Gaji Nakes P3K Rp300 Ribu di Alor, Teguh Takalapeta: Cermin Rapuhnya Fiskal Daerah

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Sementara pada era Bupati Simeon Pally, fokus pembangunan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan stabilisasi harga komoditas pertanian, tetapi ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih cukup tinggi.

Adapun pada masa Bupati Amon Djobo, Teguh menilai ada upaya pembenahan tata kelola pajak dan retribusi melalui digitalisasi serta promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, meskipun belum sepenuhnya melahirkan mesin ekonomi baru yang mampu meningkatkan PAD secara signifikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Dorong Hilirisasi Komoditas Daerah
Untuk keluar dari kondisi tersebut, Teguh menilai pemerintah daerah perlu membangun mesin ekonomi lokal melalui hilirisasi komoditas unggulan seperti rumput laut, porang, dan jambu mete.

Baca Juga :  Dalam Hening Nyepi, Menuju NTT Terang 2030: Ikhtiar Bahlil dan Melki

“Selama Alor hanya menjual bahan mentah, nilai tambah akan selalu dinikmati daerah lain. Kita harus menahan nilai tambah itu tetap di Alor,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya monetisasi aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, serta pembenahan desain kegiatan ekonomi daerah seperti Festival Wisma Raya agar tidak sekadar menjadi ajang seremonial.

Example floating