Ritual Adat Digelar, Pantai Ditutup Sementara untuk Pencarian Dito yang Tenggelam
Malaka,ReformaNews com— Masyarakat adat setempat menutup sementara akses ke pantai lokasi tenggelamnya Dito, seorang pelajar SMP asal Fatukoan, Kecamatan Rinhat, sebagai bagian dari pelaksanaan ritual adat yang digelar untuk membantu proses pencarian korban.
Penutupan pantai tersebut mulai diberlakukan sekitar pukul 13.30 WITA, Kamis (5/2/2026), ditandai dengan pemasangan papan bertuliskan “Dilarang ke Pantai, Lagi Ada Ritual Adat” di jalur utama menuju bibir pantai.
Selain itu, warga juga memasang penghalang sederhana berupa ban bekas guna membatasi aktivitas masyarakat dan pengunjung selama prosesi berlangsung.
Ritual adat ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar batin masyarakat dalam merespons peristiwa tenggelamnya Dito yang hingga kini belum ditemukan. Dalam kepercayaan lokal, laut tidak hanya dipahami sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang perlu dihormati dan “dimintai izin” melalui prosesi adat.














