Example floating
Example floating
Opini

Ketika Bantuan Negara Dijadikan Alat Pungutan

Avatar photo
×

Ketika Bantuan Negara Dijadikan Alat Pungutan

Sebarkan artikel ini
Reporter: AB |  Editor: Redaksi
ketika-bantuan-negara-dijadikan-alat-pungutan
Ketika Bantuan Negara Dijadikan Alat Pungutan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Ketika Bantuan Negara Dijadikan Alat Pungutan

Penulis: Asten Bait (Ketua Umum IKIF)

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

OPINI, RFC – Bantuan negara, dalam berbagai bentuknya, selalu lahir dari niat mulia: menguatkan yang lemah, menopang yang rapuh, dan membuka jalan bagi mereka yang selama ini tertinggal. Di sektor pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan) bukan sekadar perangkat mekanis.

Baca Juga :  Menagih Janji di Atas Tanah Rakyat: Nestapa Gedung Polsek Raimanuk yang Terlupakan

Ia adalah simbol kehadiran negara di ladang-ladang sunyi, tempat petani bekerja dalam diam, jauh dari sorot kamera dan panggung kekuasaan.

Karena itu, kabar tentang dugaan pungutan terhadap kelompok tani penerima alsintan di Kabupaten Kupang terasa begitu menyayat. Bukan semata soal nominal uang yang dikumpulkan, melainkan tentang runtuhnya kepercayaan. Ketika bantuan yang seharusnya meringankan justru menjadi beban, di situlah rasa keadilan dipertanyakan.

Baca Juga :  Di Antara Kemanusiaan dan Sorotan Publik: Ketika Para Pemimpin Turun Mencari Dito

Bagi petani kecil, bantuan bukan hadiah. Ia adalah hak yang lahir dari pajak yang dikumpulkan negara, dari janji konstitusi untuk menyejahterakan rakyat. Maka, ketika ada informasi bahwa penerima bantuan diwajibkan menyetor sejumlah uang demi “menyukseskan kegiatan tertentu”, ada sesuatu yang keliru sejak awal. Program publik tak boleh berubah menjadi ladang transaksi, apalagi pemerasan terselubung.

Example floating