Example floating
Example floating
Politik

Tiyo Ardianto Viral, Ferross Angkat Bicara: Demokrasi Harus Punya Batas Moral

Avatar photo
×

Tiyo Ardianto Viral, Ferross Angkat Bicara: Demokrasi Harus Punya Batas Moral

Sebarkan artikel ini
Reporter: Amor |  Editor: Admin
Tiyo Ardianto Viral, Ferross Angkat Bicara: Demokrasi Harus Punya Batas Moral

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

“Kalau mau kritik, kritik kebijakannya. Jangan menyerang simbol negara atau kehormatan pribadi. Itu bukan keberanian, itu kebablasan,” sentil Ferross.

Ia menilai, tindakan seperti itu berpotensi memberi contoh yang kurang baik bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga moral bangsa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

“Mahasiswa itu pilar intelektual. Kalau yang ditampilkan hanya sensasi, tanpa gagasan dan tanpa etika, maka demokrasi kehilangan kualitasnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Jeriko Tegaskan Dana PPPK Rp33,8 Miliar Tidak Hilang, Telah Dialokasikan ke Dinas Sebelum Aturan Teknis Kemenkeu

Ferross juga mengingatkan bahwa budaya demokrasi Indonesia harus tetap berpijak pada nilai-nilai adab dan penghormatan. Ia mengibaratkan hubungan antara rakyat dan pemimpin seperti anak dan orang tua.

Baca Juga :  Dukungan Tulus dari Besipae: Masyarakat Siap Menangkan Paket Ansy-Jane di TTS

“Seorang anak boleh menegur orang tuanya kalau salah, tetapi tidak layak merendahkan. Begitu juga rakyat terhadap pemimpinnya. Kritik itu hak, tapi adab adalah kewajiban,” katanya.

Baca Juga :  Istana Jelaskan Ketentuan Presiden yang Boleh Ikut Kampanye Politik Pilkada

Selain itu, ia menegaskan bahwa hukum positif Indonesia melalui KUHP dan Undang-Undang ITE juga mengatur batas-batas kebebasan berekspresi, terutama terkait penghinaan, ujaran kebencian, dan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Example floating