Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek yang berdiri megah di perkotaan. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke wilayah paling terpencil.
“Infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan, listrik, internet, dan sekolah adalah jalan menuju masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Melalui pertemuan tersebut, Sandiang berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur semakin memperkuat perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di daerah terpencil agar kesenjangan pembangunan dapat diperkecil.
“Kami tidak ingin persoalan di daerah hanya menjadi cerita yang terus berulang. Harapan kami, pembangunan benar-benar hadir sampai ke pelosok, agar tidak ada anak yang merasa dilupakan hanya karena lahir dan tumbuh jauh dari pusat kota,” pungkasnya.
Di balik dinding bambu yang mulai lapuk, lantai tanah yang berdebu, dan ruang kelas yang sederhana, tersimpan mimpi-mimpi besar anak-anak negeri. Mereka tidak meminta kemewahan, melainkan kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan menggapai masa depan.














