Ia menilai kegiatan ini mampu menambah wawasan para guru dan menjadi pemacu semangat dalam dunia pendidikan, agar terus berkembang dan tidak tertinggal.
Bukan hanya membawa pesan, Forum Literasi Taman Baca juga membawa buku. Dan bagi anak-anak Forekmodok, buku-buku itu seperti jendela baru yang membuka pandangan lebih luas tentang dunia.
“Kami bersyukur karena hari ini anak-anak juga mendapatkan buku. Ini sangat baik untuk menambah ilmu dan memacu minat baca mereka,” tambahnya.
Jef Nahak juga mengisahkan perjalanan SMPN Forekmodok yang tidak mudah. Ia menjelaskan bahwa sekolah tersebut awalnya berdiri sebagai sekolah swasta pada tahun 2022, sebelum akhirnya beralih status menjadi sekolah negeri pada tahun 2024 dan langsung memperoleh izin operasional.
Baginya, perubahan status itu adalah langkah maju, tetapi perjuangan belum selesai. Sebab sekolah yang kini berdiri secara sah itu masih berjalan dalam keterbatasan.
Saat ini, jumlah siswa aktif di SMPN Forekmodok tercatat sebanyak 46 orang, setelah 16 siswa dinyatakan lulus. Sementara untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran ini, sudah ada 20 siswa yang mendaftar.














