Example floating
Example floating
Pendidikan

Hari Lahir Pancasila: Saatnya Mengembalikan Pendidikan pada Nilai Kemanusiaan dan Persatuan

Avatar photo
×

Hari Lahir Pancasila: Saatnya Mengembalikan Pendidikan pada Nilai Kemanusiaan dan Persatuan

Sebarkan artikel ini
Reporter: Amor |  Editor: Admin
Hari Lahir Pancasila: Saatnya Mengembalikan Pendidikan pada Nilai Kemanusiaan dan Persatuan

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

 

Oleh: Yohanis Kristianus Tampani
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, STKIP Sinar Pancasila Malaka, NTT

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Malaka,RFC– Sejarah Indonesia mencatat bahwa Pancasila lahir dari proses perenungan yang mendalam. Ketika diasingkan di Ende, Flores, Bung Karno menggali nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia dan merumuskannya menjadi dasar negara. Di bawah pohon sukun bercabang lima yang kini dikenang sebagai lokasi bersejarah, lahirlah gagasan yang kemudian menjadi fondasi bagi berdirinya bangsa Indonesia.

Baca Juga :  “Benny Chandradinata Kalungkan Kehormatan: Esthon Foenay Disambut Hangat di Bumi Malaka”

Dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan lima asas yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Namun, proses perumusannya tidak berjalan tanpa perdebatan. Salah satu rumusan dalam Piagam Jakarta yang memuat frasa “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” pada sila pertama menuai keberatan dari sejumlah tokoh dan perwakilan wilayah Indonesia Timur.

Baca Juga :  Kolaborasi Kuat di Kupang, Perlindungan Pekerja Migran Perempuan Diperkuat Secara Terpadu dan Responsif Gender

Keberatan tersebut bukan tanpa alasan. Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk merdeka adalah bangsa yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama. Demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, para pendiri negara akhirnya sepakat mengganti rumusan tersebut menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Keputusan bersejarah itu menunjukkan bahwa kepentingan bangsa ditempatkan di atas kepentingan golongan.

Example floating