Example floating
Example floating
Opini

Skill Mismatch Jadi Masalah Utama Dunia Kerja Indonesia

Avatar photo
×

Skill Mismatch Jadi Masalah Utama Dunia Kerja Indonesia

Sebarkan artikel ini
Reporter: Gabriela Yesika Ina Ebo |  Editor: Redaksi
skill-mismatch-jadi-masalah-utama-dunia-kerja-indonesia
Skill Mismatch Jadi Masalah Utama Dunia Kerja Indonesia

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Skill Mismatch Jadi Masalah Utama Dunia Kerja Indonesia

Oleh: Gabriela Yesika Ina Ebo (Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia)

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Jakarta, RFC – Ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) masih menjadi persoalan utama dalam dunia kerja di Indonesia. Kondisi ini membuat banyak lulusan, termasuk sarjana, kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian mereka.

Baca Juga :  Refleksi 140 Tahun Kota Kupang: Otonomi sebagai Tanggung Jawab Publik, Bukan Sekadar Kewenangan

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia per November 2025 mencapai sekitar 7,35 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 4,74%–4,85% dari total angkatan kerja. Angka ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja masih belum optimal.

Baca Juga :  Dinamika Fresh Graduate dan Pencari Kerja: Skill Mismatch di Dunia Kerja Modern

Selain itu, pada Februari 2025 jumlah pengangguran tercatat sekitar 7,28 juta orang dengan TPT sebesar 4,76%. Fenomena ini semakin terlihat pada kelompok berpendidikan tinggi yang justru menghadapi tantangan dalam memasuki dunia kerja.

Data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi (D4–S3) berada di kisaran 5,25% hingga 6,23%. Artinya, sekitar 5–6 dari 100 lulusan masih belum mendapatkan pekerjaan. Bahkan, jumlah pengangguran dari kalangan sarjana pada tahun 2025 telah menembus lebih dari 1 juta orang, menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Example floating