Skill Mismatch Jadi Masalah Utama Dunia Kerja Indonesia
Oleh: Gabriela Yesika Ina Ebo (Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia)
Jakarta, RFC – Ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) masih menjadi persoalan utama dalam dunia kerja di Indonesia. Kondisi ini membuat banyak lulusan, termasuk sarjana, kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian mereka.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia per November 2025 mencapai sekitar 7,35 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 4,74%–4,85% dari total angkatan kerja. Angka ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja masih belum optimal.
Selain itu, pada Februari 2025 jumlah pengangguran tercatat sekitar 7,28 juta orang dengan TPT sebesar 4,76%. Fenomena ini semakin terlihat pada kelompok berpendidikan tinggi yang justru menghadapi tantangan dalam memasuki dunia kerja.
Data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi (D4–S3) berada di kisaran 5,25% hingga 6,23%. Artinya, sekitar 5–6 dari 100 lulusan masih belum mendapatkan pekerjaan. Bahkan, jumlah pengangguran dari kalangan sarjana pada tahun 2025 telah menembus lebih dari 1 juta orang, menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.














