Example floating
Example floating
Opini

Menggugat Kesetaraan Semu Alat Bukti: Urgensi Hierarki Epistemik dalam Peradilan Pidana Indonesia

Avatar photo
×

Menggugat Kesetaraan Semu Alat Bukti: Urgensi Hierarki Epistemik dalam Peradilan Pidana Indonesia

Sebarkan artikel ini
Reporter: amor |  Editor: admin
Menggugat Kesetaraan Semu Alat Bukti: Urgensi Hierarki Epistemik dalam Peradilan Pidana Indonesia

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Keyakinan hakim harus memiliki jejak argumentasi yang dapat dibaca, dipahami, dan diuji melalui putusan.
Karena itu, putusan pengadilan yang baik tidak hanya menjawab apa yang diputus, tetapi juga mengapa putusan itu dijatuhkan, termasuk mengapa suatu bukti dipercaya dan bukti lainnya dikesampingkan.

Baca Juga :  Agustinus Bria Seran Tegaskan: Berbuat Baik untuk Semua, Bukan Hanya Pendukung

Hierarki Epistemik Bukan Ancaman bagi Independensi Hakim
Konsep ini bukanlah upaya membatasi independensi hakim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Yang diperlukan bukan hierarki normatif yang kaku, melainkan kerangka penilaian rasional terhadap kualitas alat bukti.
Hakim tetap bebas menilai. Namun, kebebasan itu harus diiringi kewajiban untuk memberikan alasan yang logis, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Tak Banyak Bicara, Paskalis Wandelinus Nahak Pilih Bekerja Nyata untuk Masa Depan Anak Malaka

Dengan demikian, yang dibangun bukan kewajiban untuk mempercayai bukti tertentu, melainkan kewajiban menjelaskan secara rasional mengapa suatu bukti memiliki bobot lebih kuat dibandingkan bukti lainnya.

Baca Juga :  Pancasila Jangan Hanya Dikenang, Tetapi Dijalankan

Parameter Hierarki Epistemik
Penilaian terhadap kualitas alat bukti setidaknya dapat didasarkan pada delapan indikator:
Objektivitas.
Reliabilitas.
Autentisitas.
Independensi.
Konsistensi.
Verifiabilitas.

Example floating