Example floating
Example floating
Opini

Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Avatar photo
×

Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh
Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Pada akhirnya, perubahan dalam politik tidak hanya ditentukan oleh pergantian pemimpin, tetapi juga oleh perubahan dalam cara berpolitik itu sendiri. Tanpa perbaikan pada aspek ini, maka pergantian kepemimpinan hanya akan menghasilkan perubahan pada permukaan, sementara masalah mendasar tetap tidak tersentuh.

Baca Juga :  Tiga Deker Rusak di Desa Lotas, Akses Vital TTS–Malaka Terganggu, Warga Desak Tindakan Nyata Pemerintah

Penjilat dan kutu loncat mungkin akan selalu ada dalam dinamika politik. Namun, apakah mereka akan terus mendominasi atau tidak, sangat bergantung pada sejauh mana sistem dan masyarakat mampu membatasi ruang gerak mereka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Selama perilaku oportunistik masih ditoleransi, maka politik akan terus berada dalam siklus yang sama—berulang, stagnan, dan jauh dari harapan ideal.

Baca Juga :  Membangun Ekosistem Kolaborasi Generasi Muda melalui Pendekatan Pemberdayaan dan Sinergi Komunitas

Dan selama “demam kekuasaan” ini tidak disembuhkan, politik akan tetap berada dalam kondisi yang rapuh, rentan terhadap kepentingan sesaat, serta sulit untuk benar-benar berpihak pada masa depan bersama.

Baca Juga :  Refleksi 140 Tahun Kota Kupang: Otonomi sebagai Tanggung Jawab Publik, Bukan Sekadar Kewenangan

Tulisan ini merupakan opini penulis dan tidak mewakili sikap Redaksi.

Example floating