Example floating
Example floating
Opini

Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Avatar photo
×

Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh
Penjilat, Kutu Loncat, dan Demam Kekuasaan yang Tak Kunjung Sembuh

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Dalam situasi seperti ini, proses pengambilan keputusan menjadi kurang optimal. Kebijakan yang dihasilkan berpotensi tidak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan masyarakat, karena minimnya masukan yang kritis dan konstruktif.

Selain itu, ketergantungan pada dukungan yang bersifat oportunistik juga membuat posisi pemimpin menjadi rentan. Ketika situasi politik berubah, mereka yang sebelumnya memberikan dukungan bisa dengan mudah berpaling. Stabilitas yang dibangun di atas loyalitas semu cenderung tidak bertahan lama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Fenomena penjilat dan kutu loncat juga mencerminkan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam budaya politik. Konsistensi nilai, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan publik belum sepenuhnya menjadi landasan utama dalam berpolitik. Selama orientasi masih didominasi oleh kepentingan jangka pendek, maka pola perilaku seperti ini akan terus berulang.

Baca Juga :  Minta Kejelasan Satgas Pamtas Terkait Dugaan Pengamanan Penyelundupan Kutulak di Perbatasan Belu

Di sisi lain, penting untuk diakui bahwa dinamika politik memang memungkinkan terjadinya perubahan sikap. Dalam sistem demokrasi, setiap individu atau kelompok memiliki hak untuk menentukan posisi politiknya. Namun, perubahan tersebut seharusnya disertai dengan penjelasan yang terbuka dan rasional kepada publik.

Example floating