Di bawah komando Messi, Argentina tampil tenang, disiplin, dan efektif. Meski tak mencatatkan namanya di papan skor, sang kapten kembali menjadi ruh permainan tim. Pengalaman, visi bermain, dan kepemimpinannya menjadi faktor penting yang mengantar Argentina untuk kedua kalinya secara beruntun melaju ke final Piala Dunia.
Keberhasilan melangkah ke partai puncak juga membuka peluang emas bagi Lionel Messi untuk mengukir sejarah baru. Hingga usai semifinal, megabintang berusia 39 tahun itu telah mengoleksi 8 gol dan 4 assist, menjadikannya kandidat terkuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Peluang Messi semakin terbuka lebar karena para pesaingnya dipastikan tak lagi memiliki kesempatan menambah koleksi gol. Kylian Mbappé bersama Prancis tersingkir di semifinal setelah dikalahkan Spanyol. Erling Haaland bersama Norwegia, serta Jude Bellingham dan Harry Kane yang membela Inggris, juga telah mengakhiri perjalanan mereka di turnamen.
Tak hanya itu, nama besar Cristiano Ronaldo pun ikut menjadi sorotan. Kapten Portugal tersebut sempat membawa negaranya lolos ke babak gugur, namun langkah Portugal terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan Spanyol. Akibatnya, Ronaldo tak memiliki kesempatan lagi menambah koleksi gol dan namanya tidak masuk dalam daftar lima besar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.














