Selama hampir dua dekade, Messi dan Ronaldo menjadi simbol rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola modern. Keduanya silih berganti memecahkan rekor, memenangkan Ballon d’Or, mengangkat trofi bergengsi, dan menginspirasi jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia. Perdebatan mengenai siapa yang terbaik seolah tak pernah menemukan akhir.
Namun, Piala Dunia 2026 menghadirkan babak yang berbeda. Saat Ronaldo telah mengakhiri perjalanan bersama Portugal, Messi masih berdiri tegak di panggung terbesar sepak bola dunia. Kesempatan untuk membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia kini berada di depan mata, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Kini, dunia menanti satu bab terakhir dari kisah sang maestro. Ketika Cristiano Ronaldo telah mengakhiri perjalanan Piala Dunianya, Lionel Messi justru berdiri di ambang keabadian. Final melawan Spanyol bukan sekadar perebutan trofi, melainkan kesempatan menutup karier Piala Dunia dengan cara yang nyaris sempurna: mempertahankan gelar juara, mengangkat Sepatu Emas, dan sekali lagi membuktikan mengapa namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa. Jika momen itu benar-benar terwujud, maka Piala Dunia 2026 akan menjadi mahakarya terakhir Lionel Messi di panggung sepak bola dunia.














