Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menurunkan angka stunting di Kupang, yang saat ini mencapai sekitar 4.000 anak. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan aplikasi ini, Linus optimis target penurunan jumlah anak yang mengalami stunting hingga 2.000 dapat tercapai.
Terobosan Baru dalam Pemulihan Gizi
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes., menjelaskan bahwa NTT saat ini memiliki angka stunting tertinggi kedua di Indonesia. Upaya melalui aplikasi ANTING ini akan menyasar semua kalangan, dari remaja hingga balita, dengan fokus intervensi gizi sebelum anak mencapai usia dua tahun.
“GKP2ST (Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terintegrasi) bertujuan untuk memperbaiki pola asuh dan pemanfaatan pangan lokal, sehingga kebutuhan gizi anak terpenuhi,” jelas drg. Iien. Program ini juga mencakup pemberian bantuan sosial bagi anak-anak yang mengalami masalah gizi.
Dukungan Penuh untuk Kesehatan Masyarakat
Acara peluncuran aplikasi ANTING juga ditandai dengan pemotongan pita dan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada lima anak balita yang mengalami masalah gizi. Bantuan tersebut berupa makanan lokal selama 56 hari, Formula 100 untuk anak gizi buruk, dan susu PKMK untuk anak stunting.














