Reformanews.Com, Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan aplikasi inovatif bernama ANTING (Aplikasi Tangani Stunting) dalam upaya mempercepat penanganan masalah stunting yang menjadi isu serius di daerah ini.
Peluncuran aplikasi ini berlangsung pada Jumat (25/10) di Puskesmas Oesapa dan dihadiri oleh Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., bersama pejabat daerah dan masyarakat setempat.
Aplikasi ANTING: Solusi Digital untuk Kesehatan Anak
Aplikasi ANTING terdiri dari dua komponen utama, yaitu ANTING ORTA yang berfokus pada peran orang tua asuh dalam menangani masalah stunting, serta ANTING MUTIARA yang bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan terhindar dari penyakit seperti TBC dan malaria.
Dengan pendekatan berbasis data “by name by address,” aplikasi ini memungkinkan pemantauan yang lebih efektif terhadap anak-anak yang memerlukan intervensi gizi.
Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P., dalam sambutannya melalui video, menjelaskan pentingnya aplikasi ini sebagai respons terhadap stunting yang dianggap sebagai “bencana kemanusiaan non-alam.” Beliau menegaskan bahwa dengan adanya aplikasi ANTING, intervensi gizi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga generasi NTT yang berkualitas dapat terlahir menjelang tahun 2045.
Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat
Linus Lusi, Wali Kota Kupang, menekankan bahwa aplikasi ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat penanganan gizi buruk di kalangan anak-anak di Kupang. “Keterlibatan aplikasi ANTING ORTA dan ANTING MUTIARA akan meningkatkan efektivitas dan pengukuran dalam penanganan stunting secara menyeluruh,” ungkapnya.














