Reformanews.Com, Abu Dhabi – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi memulai agenda diplomatiknya di kawasan Timur Tengah dengan menggelar pertemuan bilateral tertutup bersama Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Pertemuan yang berlangsung di Istana Qasr Al Shatie, Abu Dhabi, ini menjadi momen kunci dalam mempererat hubungan strategis antara kedua negara.
Setibanya di Abu Dhabi pada pukul 06.30 waktu setempat, Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh jajaran pejabat tinggi PEA, termasuk Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Mohamed Al Mazrouei, serta Duta Besar Indonesia untuk UEA, Husin Bagis. Usai beristirahat sejenak di hotel, Presiden langsung menuju lokasi pertemuan untuk membahas sejumlah isu krusial dalam forum yang digelar secara private meeting.
Agenda Rahasia, Hasil Terbuka
Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung hangat dan penuh saling pengertian tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Meski detail diskusi belum dipublikasikan sepenuhnya, pemerintah memastikan bahwa hasil dari pembicaraan bilateral ini akan segera diumumkan kepada publik melalui pengumuman dokumen resmi.
“Setelah melakukan private meeting, pertemuan akan diakhiri dengan diumumkannya baik MOU maupun LOI yang telah ditandatangani dan disepakati dari kedua belah pihak,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana.














