Pertumpahan Darah Mengintai! GMNI NTT Desak PN Atambua Stop Eksekusi Rill Halifehan
Atambua, RFC – Situasi memanas dan berpotensi melahirkan tragedi kemanusiaan di Kabupaten Belu. Pelaksanaan eksekusi rill sengketa tanah Halifehan, Kelurahan Tenukiik, kembali menuai reaksi keras setelah video bentrok antara massa dan aparat kepolisian viral di media sosial. Di tengah meningkatnya ketegangan, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Nusa Tenggara Timur mendesak Pengadilan Negeri Atambua untuk menghentikan sementara seluruh tahapan eksekusi demi menghindari pertumpahan darah yang lebih besar.
Ketua termandat DPD GMNI NTT, Legorius Vidigal Bria, S.Ip, menegaskan bahwa kondisi lapangan telah memasuki fase darurat, di mana potensi bentrokan tidak lagi bersifat hipotetis, tetapi telah benar-benar terjadi dan terekam luas oleh publik.
Dalam video yang beredar, sejumlah anggota kepolisian tampak terdesak oleh massa yang menolak proses eksekusi. Sebagian dari mereka menjadi korban pemukulan, mendorong kekhawatiran bahwa eskalasi kekerasan dapat berujung fatal jika eksekusi dipaksakan tanpa solusi dialogis.














