Kritik atas Cara Pandang Kekuasaan
Polemik ini juga membuka ruang kritik terhadap cara pandang sebagian pemerintah daerah yang dinilai masih reaktif dan normatif dalam membaca fenomena sosial-budaya. Alih-alih melakukan verifikasi substansi kegiatan, kebijakan justru diambil dengan pendekatan penyamarataan.
Bayu menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Gorontalo yang hadir membuka turnamen tersebut.
Ia berharap, ke depan, para kepala daerah—baik wali kota maupun bupati—tidak lagi melihat PORDI dengan kacamata kecurigaan, melainkan sebagai mitra pembinaan olahraga masyarakat.
“Bayangkan jika ada agenda tahunan seperti Piala Bergilir Wali Kota Cabang Domino. Itu bukan judi, itu ruang prestasi dan hiburan sehat,” katanya.
Turnamen domino PORDI sendiri telah digelar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan pada level internasional dengan partisipasi delapan negara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Fakta ini, menurut Bayu, semestinya cukup menjadi penanda bahwa domino telah bergerak jauh dari stigma masa lalu.














