Ketika Domino Disamakan dengan Judi: Polemik PORDI dan Kekeliruan Perspektif Kebijakan
GORONTALO, RFC – Pernyataan bahwa permainan domino merupakan aktivitas judi yang dilontarkan oleh pimpinan Pemerintah Kota Gorontalo memantik polemik luas. Pasalnya, pernyataan itu diarahkan pada turnamen resmi yang digelar oleh Pengurus Daerah Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pengda PORDI) Provinsi Gorontalo, sebuah organisasi yang justru sedang berjuang mengubah stigma domino dari permainan jalanan menjadi cabang olahraga prestasi.
Turnamen perdana PORDI Gorontalo yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontalo itu berujung pembubaran. Alasan yang disampaikan pemerintah daerah: domino dikategorikan sebagai perjudian. Padahal, kegiatan tersebut diselenggarakan secara terbuka, berizin, dan di bawah naungan organisasi olahraga resmi, dengan hadiah pembinaan senilai Rp25 juta.
Kebijakan ini dinilai ironis oleh Bayu Angga Samekto Putro, salah satu warga Gorontalo yang memiliki kedekatan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.














