Ia menambahkan, beban yang dipikul keluarga korban tidak hanya sebatas biaya pengobatan dan perjalanan. Demi menyelamatkan dan memulihkan kondisi anak mereka, keluarga bahkan terpaksa meminjam uang dari pihak lain dengan bunga pinjaman yang cukup besar.
“Keluarga korban tidak memiliki pilihan lain. Untuk membiayai operasi, perawatan, dan kontrol rutin, mereka harus meminjam uang dari orang lain dengan bunga yang tinggi. Namun demi kesembuhan anak mereka, orang tua rela dan terpaksa menanggung beban itu. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, terlebih kecelakaan tersebut terjadi saat korban sedang bekerja untuk perusahaan,” ungkapnya.
Menurut kuasa hukum, fakta bahwa keluarga harus berutang dengan bunga tinggi demi membiayai pengobatan menjadi bukti nyata bahwa mereka menghadapi tekanan ekonomi yang berat, sementara pihak perusahaan yang sebelumnya berjanji akan bertanggung jawab belum memenuhi komitmen tersebut.
Yanuarius mengungkapkan bahwa sebelumnya pimpinan Oan Kiak sempat menyampaikan janji secara lisan akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya yang timbul, mulai dari tindakan operasi, perawatan, hingga biaya kontrol rutin. Namun, janji tersebut hingga kini dinilai belum direalisasikan.














