Para pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi penting dari AS, seperti survei ketenagakerjaan (JOLTS Opening) dan Indeks Keyakinan Konsumen yang akan dirilis nanti malam.
Dari Asia, investor juga mencermati perkembangan di Jepang, di mana partai yang dipimpin oleh koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) kehilangan mayoritas di parlemen, sebuah perubahan signifikan sejak 2009.
Kabar ini mendorong pelemahan yen hingga 1%, yang berdampak pada mata uang Asia lainnya. Meski demikian, yen dibuka sedikit menguat pagi ini dengan kenaikan 0,04%.
Seiring mendekatnya Pemilihan Presiden AS pekan depan, volatilitas pasar diperkirakan meningkat. Survei Bloomberg Markets Live Pulse menunjukkan bahwa kemenangan Donald Trump bisa menguntungkan saham dan Bitcoin lebih dibandingkan jika Kamala Harris yang unggul.
Namun, kemenangan Trump diprediksi kurang menguntungkan bagi aset emerging market seperti Rupiah, karena kebijakan tarif impor yang dapat mendorong inflasi dan menghambat peluang pemotongan suku bunga The Fed, yang memperkuat dolar dan melemahkan Rupiah.














