Jakarta, ReformaNews.Com – Rupiah diperkirakan masih mengalami tekanan pada perdagangan di pasar spot hari ini, meskipun penurunan mungkin sudah mulai terbatas.
Indeks dolar AS kembali menguat tipis tadi malam, bertahan di kisaran 104,31. Kenaikan ini mengurangi peluang penguatan bagi mata uang lain, termasuk Rupiah.
Di pasar offshore, nilai tukar Rupiah dalam kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) 1 bulan ditutup melemah 0,25% di posisi Rp15.753/USD di bursa New York dini hari tadi. Sementara itu, pagi ini Rupiah forward masih tertekan di level Rp15.768/USD pada pembukaan pasar Asia, yang mengindikasikan tekanan di pasar spot mungkin akan terus berlangsung.
Lonjakan yield Treasury AS yang berlanjut memberi tekanan tambahan pada pasar obligasi domestik, serta memicu potensi arus keluar modal asing yang lebih besar.
Di pasar valuta Asia, tekanan terlihat pada mayoritas mata uang regional pada pembukaan perdagangan hari ini, meski penurunannya cukup terbatas. Won dan Ringgit masing-masing turun 0,04%, sementara Baht justru menguat 0,15%.














