Example floating
Example floating
Berita

Surat Cinta dari IMF Kefamenanu: Menagih Humanisme yang Tergusur di Ende

Avatar photo
×

Surat Cinta dari IMF Kefamenanu: Menagih Humanisme yang Tergusur di Ende

Sebarkan artikel ini
Reporter: Wilhelmus Koli Purab |  Editor: Redaksi
surat-cinta-dari-imf-kefamenanu-menagih-humanisme-yang-tergusur-di-ende
Wilhelmus Koli Purab Ketua Ikatan Mahasiswa Flores (IMF)

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

Bupati Benediktus dan Ibu Cicit perlu menyadari bahwa kekuasaan itu bersifat efemeral—hanya sementara. Yang akan kekal dalam catatan sejarah bukanlah berapa banyak taman atau water boom yang dibangun, melainkan berapa banyak air mata rakyat yang tumpah akibat kebijakan yang arogan.

Baca Juga :  Duduk Santai Sambil Merawat: Umat Lingkungan Rareno Bersihkan Area Jalan Salib di Gua Maria Bete Raimanus

Sudah saatnya Bupati Ende keluar dari persembunyian, melipat surat-surat laporan polisi, dan mulai membuka pintu dialog. Karena pada akhirnya, hukum tertinggi dalam sebuah negara demokrasi bukanlah kenyamanan pejabat, melainkan salus populi suprema lex esto—kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

“Jika surat dari Kefamenanu ini tidak mampu mengetuk pintu nurani di Rujab Ende, maka mungkin yang tersisa di sana hanyalah tembok kekuasaan yang megah namun kehilangan jiwa kemanusiaannya.

Example floating