Diplomasi Budaya: Di panggung Wini Border Cross Festival dan Cross Border Fest, Sandalwood menjadi ujung tombak yang memperkenalkan keelokan tenun dan gerak tari tradisional kepada dunia internasional.
Identitas Kesukuan: Salah satu momen paling berkesan adalah saat Sandalwood membawakan tarian dari Suku Usfunan, yang secara khusus mendapat apresiasi luas karena berhasil menjaga keaslian gerak di tengah modernisasi.
Lebih dari Sekadar Hiburan: Benteng Budaya di Perbatasan.Sejak didirikan pada tahun 2017 oleh sang inisiator (Bitan), Sandalwood telah diposisikan sebagai “Wadah Kreativitas Anak Perbatasan”. Sebagaimana dilansir dari DetikHot dan RRI, sanggar ini bukan hanya tentang entertainment, tapi tentang pemberdayaan.
Kini, dengan jargon #Jaya-jaya_Wangi
Selain beberapa take line juga yang pernah tersebutkan sebagai penyemangat motivasi dalam pergerakan Sanggar mereka dengan bunyi
Kini mereka kembali lagi ke wadahnya untuk menggali kembali dalam regenerasi bibit – bibit unggul baru dengan beberapa penari dan seniman talent berbakat penerus yang membawa serta warna baru bagi wadah seni ini dengan tema “Berkarya Bersama, Tumbuh Dalam Seni” dan konsep baru Akademi Artistik (Bakal Seniman Muda Timor), Sandalwood siap mencetak bibit-bibit baru yang tidak hanya mahir menari dan menyanyi, tetapi juga memiliki kebanggaan mendalam terhadap identitas Flobamora NTT.














