“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Selama ini kami selalu hidup dengan rasa takut karena banjir dari Sungai Benenai,” ujar Benediktus.
Ia menambahkan, dampak pembangunan tanggul sudah benar-benar dirasakan oleh masyarakat, bahkan saat hujan kembali turun.
“Kemarin hujan deras, tapi kami merasa aman, tidak khawatir lagi seperti dulu,” kata Benediktus.
Ia mengatakan, sebelumnya curah hujan yang tinggi sering menyebabkan air sungai meluap hingga merusak rumah warga dan lahan pertanian. Namun kini, setelah tanggul selesai dibangun, masyarakat sudah merasakan perubahan nyata.
“Sekarang kami tidak takut lagi, tidak cemas, dan sudah bebas dari banjir tahunan itu,” katanya.
Menurut Benediktus, masyarakat Aintasi khususnya memberikan “jempol” kepada kepemimpinan SBS–HMS karena dinilai mampu menjawab persoalan lama yang selama ini belum tertangani secara serius.
Sementara itu, pembangunan tanggul tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka sebagai tindak lanjut dari arahan Bupati Malaka.














